Feeds:
Posts
Comments

Sebuah Dongeng..

pearlPernah mendengar cerita ini?

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang pemuda miskin yang hidup berdua dengan isterinya di pinggir kota. Mereka sangat miskin sampai-sampai tidak mempunyai harta apa pun untuk dijual, walau hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Mereka bekerja memunguti sisa2 sampah warga setempat yang mereka pikir bisa dijual kembali dan menghasilkan uang.

Sang pemuda sangat mencintai isterinya. Terkadang ia tidak tega membiarkan isterinya ikut memunguti sampah bersamanya. Ia memilih untuk membiarkan isterinya beristirahat di gubuk jelek mereka. Tidak ada yang lebih dicintai pemuda itu di dunia ini selain isterinya.

Tanpa sengaja, pada suatu hari sang pemuda miskin ini menemukan pot tembaga kecil, yang ukurannya tidak lebih dari sebuah cangkir teh ketika ia sedang bekerja memunguti sampah. Dan kalian tahu, pot itu bisa mengubah air mata menjadi mutiara yang sangat mahal harganya. Pemuda ini merasa sangat beruntung menemukan benda tersebut, benda yang ia pikir bisa mengubah hidupnya, membuatnya menjadi seorang yang kaya-raya. Tapi pemuda ini bingung, apa yang bisa membuatnya menangis hingga ia bisa menghasilkan banyak air mata untuk menghasilkan banyak mutiara.

Pada akhirnya cerita, orang-orang menemukan sang pemuda di gubuknya menangis berlinangan air mata dengan gunungan mutiara di sisinya, tangan kanannya memegang pot ajaib penghasil mutiara itu, dan tangan kirinya merangkul tubuh istrinya yang berlumuran darah tak bernyawa. Ya, ia berhasil menjadi orang yang kaya-raya, memiliki harta dan mutiara yang menggunung, tapi dengan mengorbankan isterinya, isterinya yang paling ia cintai di dunia ini.

Tahukan kalian? Mengapa ia harus membunuh isterinya kalau dengan mengiris bawang merah atau bawang bombay ia bisa menghasilkan airmata yang tak kalah derasnya dari membunuh isterinya. Ternyata harta bisa membutakan akal sehat manusia.

-fin-

diadopsi dari cerita dalam buku The Kite Runner

Aku tidak tau dari mana semua ini bermula. Aku hanya ingat tiba-tiba saja aku sepakat dengan Kirana untuk mencoba mengikuti pendaftaran kompetisi APEX Business IT Case Challenge yang diumumkan oleh Pak Adila di forum umum SCeLe. APEX Business IT Case Challenge adalah sebuah kompetisi yang mengangkat isu penggunaan IT untuk menyelesaikan masalah bisnis dalam kehidupan nyata, yang tahun 2010 nanti akan di laksanakan di Singapore.

Tertera jelas disana bahwa lebih baik berkolaborasi dengan anak FE untuk ikut mendaftar kompetisi ini. Maka aku dan Kirana pun mencari anak FE yang bersedia diajak bersibuk-sibuk ria untuk mengikuti seleksinya. Isni, salah satu anak FE paling exist di asrama semula bersedia untuk bergabung dengan kami, tapi karena satu dan lain hal yang tak bisa disebutkan tiba-tiba Isni membatalkan rencananya untuk bergabung dengan kami mengikuti pendaftaran kompetisi tersebut. Tapi Isni berjanji, dia akan mencari pengganti untuk bergabung dengan kami agar aku dan Kirana tetap bisa mengikuti pendaftaran tersebut. Sampai akhirnya Kirana menyampaikan kepadaku bahwa Isni telah menemukan orang yang tepat untuk bergabung dengan kami, namanya Fadel.

Fadel? Seperti apa orangnya? Tinggi? Rendah? Besar? Imut-imut? Galak? Baik hati ramah tidak sombong dan rajin menabung? Haha, we know nothing about Fadel, and we have no idea how he looks like.

Aku juga tidak ingat kapan pertama kali aku mengirimkan sms kepada Fadel untuk mengatakan bahwa kita satu tim untuk pendaftaran kompetisi APEX Business IT Case Challenge. Aku cuma ingat isi sms itu berawalan: “dear Fadel”, dan aku lupa lanjutannya. Haha, konyol dan tidak penting.

Awal-awal kita sempat ragu untuk ikut mendaftar, mengapa? “Lihat saja, siapa orang-orang yang mendaftar, ka Ivan, ka Feli, ka Oscar, ka Iqbal, mereka itu angkatan 2007 ke atas semua Kika. Memangnya kita boleh?” jelas Kirana. Sekarang aku, Kirana dan Fadel berada di tahun kedua. ya, kami bertiga angkatan 2008. Daripada ragu-ragu tidak jelas, akhirnya aku dan Kirana memutuskan untuk menemui Pak Adila. Tidak ada ruginya kami bersusah-susah mengejar Pak Adila kesana kemari, kami menemukan titik terang, dan ternyata 2008 boleh ikut mendaftar.

Setelah dorong-dorongan dan suit gambreng tidak jelas, aku pun terpaksa jadi korban memosting nama kami bertiga untuk didaftarkan, sedikit minder memang, mengingat pendaftar-pendaftar lainnya merupakan sesepuh-sesepuh Fasilkom dan FE.

“Kita harus ngumpul sama Fadel ka. Kita harus mulai membicarakan hal ini bersama,” kurang lebih seperti itu yang diucapkan Kirana. Sepertinya dia sangat menggebu-gebu untuk mendaftar kompetisi ini. Dan pada hari Selasa, tanggal berapa tepatnya aku lupa, kami bertiga sepakat untuk bertemu dengan Fadel di FE.

tukutukutuk… Siang bolong di bawah panas terik matahari, aku dan Kirana berjalan kaki ke FE demi menemui Fadel. We are so excited, because it will be the first time for us to meet Fadel, meskipun sebelumnya Kirana pernah bertemu dengan Fadel saat dikenalkan oleh Isni, tapi ini adalah pertama kalinya kita berkumpul.

Menunggu di perpus FE, setelah berputar-putar nyasar di FE, krik.. krik.. Fadel yang dinantikan tak kunjung tiba, katanya dia sedang rapat. Oke… Sungguh saat itu sangat mendebarkan karena aku dan Kirana tidak tahu orang seperti apa yang akan jadi partner kami.

Ya!!!!! Akhirnya datang juga! Sepertinya dia habis berlari, mungkin cuma izin sebentar dari rapat. Ckckck, pasti dia sibuk sekali. Tanpa memanjang-manjangkan basa basi, aku dan Kirana berkenalan sekedarnya dengan Fadel, dan menjelaskan sedikit tentang APEX Business IT Case Challenge. Aku dan Kirana memperlihatkan kepada Fadel thread yang dipost oleh Pak Adila tentang APEX Business IT Case Challenge. Setelah melihat-lihat dan membaca siapa saja yang ikut mendaftar, tiba2 Fadel berseru, “Oh Ekky Gompa!”. Itu pertama kalinya aku mendengar nama Ekky Gompa, fadel menyebutkan bahwa Ekky Gompa merupakan salah satu mahasiswa FE yang sudah sangat terbiasa mengikuti perlombaan-perlombaan. Hm.. Ekky Gompa, nama yang unik. Tidak sampai 15 menit menyampaikan tentang APEX Business IT Case Challenge, kami kembali ke Fasilkom.

Beberapa hari kemudian, proses seleksi untuk pendaftaran dimulai. Sebuah kasus diberikan, dan kita diharuskan untuk memberikan rekomendasi solusi terhadap kasus tersebut. Kalian tahu, saat itu adalah minggu-minggu UTS, tapi aku tetap harus mempertanggungjawabkan keisengan ini :(

Mulanya dateline dikumpulkannya rekomendasi adalah hari senin (mungkin pengumuman itu keluar seminggu sebelum dateline, aku lupa), tapi berkat usul dari ka Feli, maka dateline pengumpulan diundur jadi hari Rabu. Aku, Kirana, dan Fadel baru bisa berkumpul kembali untuk kedua kalinya pada hari minggu, minggu itu juga. Saat itu kami sudah tau bahwa dateline diundur jadi hari Rabu, tapi kami tidak memberi tahu Fadel, karena kami ingin seolah-olah datelinenya memang hari Senin besok (dasar dateliner), dan kita harus mengoptimalkan waktu untuk semaksimal mungkin menyelesaikan rekomendasi tersebut pada hari Minggu itu.

Kami sepakat untuk mengerjakannya di perpus pusat alih-alih mengerjakannya di asrama, dengan asumsi setidaknya di perpus pusat kita bisa ngenet untuk mencari bahan referensi yang diperlukan.

Dan tahukah kalian? Kami sama sekali lupa, Fadel itu orangnya yang mana, Gawat!
Ada sosok besar duduk di meja tengah perpus yang kami duga kuat adalah Fadel, aku sekilas melirik-liriknya, dan dia juga melirik-lirik. Lalu aku dan Kirana berpikir, Fadel tidak seseram itu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan sms: “del kamu dimana?” ; “aku di lantai satu perpus”; aku dan Kirana saat itu juga sedang berada di lantai satu perpus. Aku masih ingat sekali, saat itu aku mengirimkan sms paling konyol sedunia: “kamu liat dua cewek cantik pake kerudung pink dan biru dongker ga? itu kita”. Tak lama kemudian aku melihat cowok seram tadi membereskan barang-barangnya dan dia berjalan ke meja di mana kita duduk. Ternyata cowok seram itu adalah Fadel. Gyahahahaaaaa XD

Aku hanya diam, tak banyak yang aku katakan pada pertemuan kedua itu, begitu pun Kirana. Mungkin kami bertiga masih kaku untuk saling bertanya dan mengobrol. Kami mengerjakan rekomendasi tersebut dalam diam, hanya berbicara sesekali ketika ada hal yang ingin ditanyakan. Lucu sekali, ini adalah kerja tim, tapi seperti pekerjaan pribadi. Fadel mengerjakan dengan amat serius, karena aku tahu, dia tidak tahu bahwa dateline diundur, dia sedang bekerja under stress.

Sebagai mahasiswa tahun kedua, kami tidak memiliki ilmu cukup banyak untuk membuat sebuah rekomendasi solusi. Apa yang bisa kami lakukan selain browsing? Ya, chatting! Ka Suharjono dan Ka Ilman adalah korban buat pertanyaan-pertanyaan kami. Sebagai sesepuh Fasilkom, aku dan Kirana percaya, mereka cukup pintar untuk membantu membagikan sedikit ilmunya agar dapat kami gunakan untuk membuat rekomendasi. Thank you ka Ilman dan ka Jono :) Maaf kita bohong dengan mengatakan bahwa kita sedang mengerjakan tugas Kombistek :D

Pukul 15.00 adalah saatnya perpus ditutup. Kami bertiga harus pulang, tak lupa sebelum pulang kami menyampaikan bahwa dateline pengumpulan diundur jadi hari Rabu. Saat itulah kami melihat Fadel kegirangan, haha. Maaf ya Fadel kami, tidak memberi tahu sejak awal :D

Waktu dateline semakin mendekat, aku, Kirana, dan Fadel semakin sibuk menyelesaikan rekomendasi tersebut. Dua hari sebelum dateline, tiap malam sepulang dari kampus kami berkumpul untuk menyelesaikannya sampai larut malam.

Rekomendasi solusi business IT tersebut selesai pada hari H. dan kami mengumpulkannya di ruangan Pak Adila pada pukul 17.00 selepas aku kuliah Kombistek. What a dateliner…

Dalam tahap seleksi ini, 3 rekomendasi terbaik akan dipilih untuk kemudian dipresentasikan di hadapan para juri, dan hanya akan dipilih 1 terbaik untuk kemudian di daftarkan secara resmi pada APEX Business IT Case Challenge.

Hari senin berikutnya pengumuman 3 rekomendasi terbaik di umumkan, dan….
Buah jengkol buah mengkudu, siapa sangka siapa menduga, rekomendasi yang kami buat terpilih untuk dipresentasikan bersama tim ka Oscar dan tim ka Feli. Dan hebohlah satu dunia.

….to be continued

Lemas, panik. Begitu reaksi pertamaku. Aku merasa tidak siap jika harus mempresentasikannya, hari kamis tanggal 26 November. Bahasa inggrisku tidak bagus, aku orang yang grogian, dan aku memiliki kesulitan dalam pronounciation. Spontan aku mengirim sms pada Kirana. dan kami sepakat untuk mengabarkan hal ini pada Fadel. Ini berarti kita akan berkumpul kembali untuk mempersiapkan presentasi. Aku sama sekali tidak menyadari bahwa keesokan hari setelah hari presentasi adalah hari Raya Idul Adha, hari libur. Berarti aku tidak bisa pulang hari kamis sore untuk berkumpul dengan keluarga. Dan ternyata Fadel juga baru menyadari bahwa Hari kamis malam dia harus sudah berangkat ke Jogjakarta. Kami mengusulkan untuk mengundurkan jadwal presentasi kepada Pak Adila, tapi ternyata tidak dikabulkan.

Oke, Fadel membatalkan tiket hari kamisnya ke Jogja, untuk presentasi ini. See? Fadel bersedia membatalkan perjalanan hari kamisnya, hanya untuk presentasi ini. Aku dan Kirana tak sanggup berkata-kata. Kita harus serius, kita tidak boleh mengecewakan Fadel. Selasa malam kami kembali berkumpul untuk sharing tentang isi analysis masing-masing dan pembagian tugas pembuatan slide. Fadel terpaksa menginap di asrama, dan Kirana terpaksa menginap di kamarku. Kami memulai kerja rodi. Karena presentasi harus dilakukan dalam bahsa Inggris, maka aku dan Kirana memutuskan untuk memulai berlatih berbicara dalam bahasa inggris.

Hari rabu: Aha! “Kika, bagaimana kalau kita meminta feedback dari ka Ilman tentang rekomendasi kita?” What a great idea… Aku langsung mengirimkan e-mail kepada ka Ilman, seniorku yang baru saja wisuda Agustus kemarin dan sekarang sedang merintis perusahaannya bersama beberapa orang temannya.

Rabu malam kami kembali berkumpul untuk melaporkan progress dan sharing part II. Balasan e-mail berisi feedback dari ka Ilman tak kunjung datang. Aku dan Kirana mulai gelisah, kami berdua heboh menyiapkan slide presentasi dan mengkoreksi beberapa kesalahan yang kami buat pada rekomendasi. Tantang knowledge management juga kami tidak begitu paham. Kembali kami mencari korban untuk ditanyai. Lagi-lagi kami memilih ka Jono dan ka Ilman, tapi kali ini lewat telepon. Pertama kami memutuskan untuk menelepon ka Jono, karena kami tau ka Jono lebih sesepuh dari ka Ilman, pasti ilmunya lebih banyak. Namun, telepon dari kami tak kunjung di angkat, kami pun beralih menelepon ka Ilman. Trimaksih sekali ka atas bantuannya, buat ka Jono juga, Terimakasih telah menelepon balik untuk menanyakan ada apa, dan menjelaskan tentang KM :)

Rabu malam , H-1 menjelang presentasi, kerja rodi masih berlanjut, begitu pula dengan latihan berbahasa Inggris. Kami sudah seperti orang aneh dimana-mana berbicara dengan bahasa inggris. Malam itu Kirana kembali menginap di kamarku. Tahukan kalian, ada satu kejadian unik yang sangat aku suka dan tak bisa aku lupakan. jam menunjukkan pukul 1 pagi, Kirana sudah mengantuk, dan aku menyuruhnya tidur saja terlebih dulu, aku bisa melanjutkan membuat slide, dan nanti kita gantian bangun mengerjakan slide. Tak berapa lama kemudian aku mendengar kirana mengoceh. Tebak! Dia mengoceh dalam bahasa Inggris sambil tidur, alias mengigau dengan menggunakan bahasa Inggris. what a wow wow wow!!!! Sebegitu ia memikirkannya sampai-sampai terbawa ke alam mimpi. Aku hanya senyum-senyum saja, tidak tega membangunkannya yang terlihat sangat lelah. Paginya aku dan Kirana gantian, aku melanjutkan tidur dan Kirana mengerjakan slide.

Puas tidur, aku bangun dan menceritakan pada Kirana bahwa tadi malam ia mengigau dengan menggunakan bahasa Inggris. Tahu tidak Kirana bilang apa? “Kamu juga tau! ngoceh sendiri pake bahasa inggris”

Oh my God, kita berdua mengalami hal yang sama. Kejadian yang sangat keren. Aku tidak habis pikir bagaimana aku bisa mengigau dalam bahasa Inggris. Andai saja mengigau bisa sambil mengoding… Hehe

Detik-detik menjelang presentasi tiba, slide selesai sempurna hanya beberapa menit sebelum saatnya presentasi (lagi-lagi: dasar dateliner), kami bertiga mengerjakannya di perpustakaan Fasilkom. Kami sepakat, Kirana akan bertugas sebagai click man sedangkan aku dan Fadel mempresentasikan.

Pukul 18.30 Kami bertiga tiba di Ruang rapat gedung A Fasilkom. Disana sudah ada ka Oscar dan timnya, mahasiswa FE angkatan 2006. Presentasi diadakan tepatnya di ruang rapat kecil dengan panelists Pak Rifki, Pak Yugo, Pak Adila, dan Bu Putu . Setelah menunggu beberapa lama, tim ka Feli hadir, disana ada Ekky Gompa, dan tim kami mendapat giliran pertama untuk presentasi. Oh Tuhan, aku nervous sekali. I’m shaking while presenting the mattery. Ini benar-benar pertama kalinya aku harus mempresentasikan sesuatu dalam bahasa Inggris secara formal untuk dinilai. Bahkan aku bisa mendengar suaraku gemetar saat presentasi.

It’s over now, entah kenapa aku merasa senang. Aku merasa jantungan, tapi senang. Aku berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan, meskipun hasilnya tidak begitu baik, setidaknya juga tidak terlalu buruk. Setelah sesi tanya jawab, tim ka Feli maju untuk giliran presentasi berikutnya. Tim ka Feli keren sekali! Bagaimana tidak, aku baru tahu ternyata mereka adalah anak-anak EDS.

Saat sesi tanya jawab, tim selain tim yang presentasi tidak boleh berada di ruangan, sehingga terpaksa harus menunggu di luar. Dan saat itu adalah sesi tanya jawab bagi tim ka Oscar. Maka timku dan tim ka Feli harus menunggu di luar, dan disanalah aku berkenalan dengan tim ka Feli, yaitu Ekky Gompa dan Adi Putra. Fadel sudah pulang lebih dulu, karena ia harus berkemas untuk mempersiapkan perjalanan ke Jogja besok pagi. Aku dan Kirana mengobrol dengan tim ka Feli. Ternyata ka Ekky Gompa dan ka Adi sangat ramah dan lucu-lucu. mereka keren!

Ka ilman sering mengatakan hal ini kepadaku: Menang itu bonus, yang penting pengalamannya.
Tahukah kalian? selama ini aku menganggap semua itu klise. Aku beranggapan tujuan ikut lomba adalah untuk menjadi pemenang. Tapi APEX Business IT Case Challenge membuka mataku, ini bukan klise. Kalian tidak akan pernah tahu rasanya sampai kalian mencobanya. Aku mendapat teman baru hari ini, ka Ekky dan ka Adi, dan aku juga mendapat sahabat baru bulan ini, Fadel. Tak lupa juga aku mendapatkan pengalaman baru melakukan presentasi dalam bahasa inggris untuk pertama kali. Tidak penting kita lolos atau tidak, mengenal kalian semua adalah hal yang terpenting.. trimakasih…

Trimakasih sekali buat Kirana yang telah menjerumuskan aku dalam kegiatan menyenangkan ini. Sungguh aku benar-benar sangat senang.

Trimakasih buat Isni yang telah mengenalkan Fadel kepada Kika dan Kirana. He is the right person!

Trimakasih buat Fadel yang sudah “Totalitas Perjuangan” mengerjakan ini semua bersama aku dan kirana, yang rela membatalkan perjalanan hari kamisnya ke Jogja, yang rela cabut kuliah buat presentasi. Trimakasih..

Trimakasih buat ka Ilman dan ka Jono yang telah menjadi korban dadakan kita.

Trimakasih buat semua teman-teman yang mendukung kita semua. Trimakasih buat doanya :)

Semangat!!!

Takut setan? Ga selamanya setan itu menyeramkan, paling Cuma sedikit ngeri. Percaya deh..

Cerita ini saya dapatkan dari seorang tetangga saya di asrama UI, sebut saja Bunga (bukan nama sebenanrnya.red), dari Sastra Jerman.

Begini ceritanya…

Suatu hari Mawar (bukan nama sebenarnya.red) terpaksa pulang dari kampusnya di daerah Kutek, sebut saja Fakultas T, pukul 23.00 karena badai tugas yang tengah menerjang. Karena sudah tengah malam, otomatis tidak ada lagi bikun yang beroperasi. Dengan terpaksa Mawar harus naik ojek pulang ke kosannya yang berada di daerah B. Dan lagi2 dengan terpaksa , Mawar harus naik satu2nya ojek “tidak kuning” yang nangkring di pangkalan ojek Kutek. Tanpa ada perasaan curiga Mawar menghampiri si bang ojek. Lalu terjadilah dialog di antara mereka..

Mawar: bang, stasiun ya!

BO *dengan kepala tertunduk*:  sip.

Anehnya, si bang ojek mengendarai ojeknya dengan kepala tertunduk, tidak menatap jalanan seperti ojek2 normal lainnya. “Oh, mungkin si bang ojek udah ahli kali ya.. mungkin sering ikut balap F1”, mawar mencoba berpikiran positif.

Akhirnya sampailah mereka di stasiun UI. Keadaan stasiun benar2 sepi, tak terlihat seekor manusiapun. Sampai mawar turun dari ojek, si bang ojek masih saja menundukkan kepalanya. Mawar pun merogoh koceknya dan hanya menemukan selembar 20000an. Masih dengan kepala tertunduk, bang ojek menerima uang yang disodorkan oleh mawar. Setelah menerima uang dari mawar, bang ojek ini masih diam dengan kepala tertunduk. “Bang, kembaliannya donk”, pinta mawar dengan sabar dan sambil tersenyum manis.

Tiba-tiba…

“bbbbrrrrrrrrrrrrrrmmmmmm”

Si bang ojek tancap gas, kabur membawa uang 20ribuan mawar tanpa kembalian.

“Dasar OJEK SETAN!! Heh, kembaliin duit gue!!!!”, teriak mawar. Tapi apalah daya, sang ojek telah hilang ditelan malam.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, waktu, dan tempat kejadian, hal ini merupakan kesengajaan belaka. Cerita ini telah di edit tanpa seijin pencerita aslinya. Piss :D

ramadhan2Hari ini adalah hari pertama kita puasa di tahun ini, alias tanggal 1 Ramadhan 1430 H…

Alhamdulillah, akhirnya kita dipertemukan juga dengan bulan pernuh berkah ini. Pada tau ngga sih, Rasulullah saja hanya sempat merasakan Ramadhan sebanyak 9 kali. Waow.. ko bisa? Soalnya perintah puasa itu baru turun di tahun 2 H, dan Rasulullah wafat tahun 11 H. Subhanallah, berarti kita telah melewati ramadhan jauh lebih banyak dari Rasulullah. Maka dari itu sepatutnya kita bersyukur pada Allah, dan berdoa agar dapat melewati ramadhan lebih banyak lagi.

Sebelum memasuki ramadhan kemarin, kita sempet liqo dulu, materinya tentang ramadhan. Dan banyak hal baru yang baru kika tahu kemarin. Insya Allah akan kika share disini, semua yang kika share disini adalah apa yang kika dapat dari murabbi kika kemarin yang beliau baca dari kitab fiqih, yang kika bahasakan berdasarkan pemikiran kika. Selamat membaca,  mudah-mudahan bermanfaat….

3 Paradigma Keliru tentang Ramadhan:

1. Budget makan jadi lebih banyak

    Hal ini terutama terjadi pada ibu2 rumah tangga. Kebanyak orang berfikir, klo bulan ramadhan tiba mereka harus menyiapkan stok makanan, menyiapkan menu sahur dan berbuka yang istimewa dan menghabiskan banyak uang. Paradigma ini sama sekali salah. Justru dengan hadirnya bulan ramadhan, kita jadi bisa jauh lebih berhemat. Kita tidak perlu mengeluarkan uang makan siang dan bisa sahur dan berbuka dengan menu sederhana yang disunahkan Rasulullah. Rasulullah saja hanya berbuka dengan 3 buah kurma, dan Rasulullah sendiri melarang kita makan terlalu kenyang.

    2. Ramadhan adalah bulan latihan

      Banyak orang beranggapan bahwa ramadhan adalah saat untuk latihan menahan hawa nafsu, dengan menahan lapar dan dahaga, dan menahan segala perilaku buruk lainnya. Salah bangeeeet.. Justru ramadhan adalah bulan final. Saatnya kita bertarung dengan diri kita untuk merebut segala keberkahan yang ada di dalamnya dengan meningkatkan ibadah dan menahan segala hawa nafsu. 11 Bulan dalam setahun justru merupakan bulan latihan dan Ramadhan adalah final bagi kita untuk meraih kemenangan.

      3. Fokus pada puasanya

        Aduh… aduh.. walaupun disebut bulan puasa, bukan berarti kita cuma fokus pada puasa lapar dahaga dan hawa nafsu lainnya. Ini adalah moment yang pas buat kita meningkatkan kualitas ibadah, fokuslah pada ibadah yang bisa kita lakukan dan kita perbanyak di bulan ramadhan. Tau ngga sih, di bulan ramadhan, pahala ibadah kita bener2 dilipatgandakan berlipat2 kali. Pahala ibadah sunnah dilipatgandakan menjadi pahal ibadah wajib, dan pahala ibadah wajib dilipatgandakan 70 kali. Waow.. siapa yang ga mauuuuuu XD

        Ada hal menarik lainnya yang selama ini salah kaprah kita lakukan. Kebanyakan orang mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin ketika lebaran hari raya idul fitri. Sebenernya minta maaf itu seharusnya dilakukan saat memasuki bulan ramadhan, ketika kita akan memulai puasa pertama. Kenapa? Meminta maaf dan memaafkan membuat hati kita jadi bersih kembali sehingga kita bisa menjalankan ibadah dibulan ramadhan dengan tenang tanpa ada perasaan tidak enak yang mengganjal. Dengan meminta maaf dan memaafkan, urusan dunia kita dengan orang lain selesai sehingga kita bisa fokus dalam beribadah, dan ibadah kita bisa maksimal.

        Yang harusnya kita ucapkan kepada orang lain ketika hari raya idul fitri adalah: Taqabbalallahu minna waminkum, dan dijawab: taqabbal ya kariim..

        Mungkin untuk episode 1 cukup segini dulu, tunggu tulisan episode 2 nya.. oce2?

        CMIIW

        ramadhan1. Memperlambat sahur

        Kika baru tau, ternyata batas waktu makan sahur itu sampai 1 detik sebelum adzan. Jadi sebenernya waktu imsak itu tidak ada tuntunannya, Cuma ada di Indonesia sebagai peringatan beberapa menit lagi akan adzan shubuh. Sehingga kalaupun sudah imsak, tapi belom adzan shubuh, kita masih boleh menyelesaikan makan dan minum

        2. Menyegerakan berbuka

        Jangan memperlambat berbuka, kerena di dalam waktu segera setelah berbuka terdapat waktu dimana doa maqbul. Yaitu setelah kita membatalkan puasa dengan beberapa teguk air. Disitu adalah waktu yang maqbul untuk berdoa. Dan waktu2 ini hanya kita miliki 30 kali dalam setahun. Jadinya kita disuru bikin list 30 doa yang mau di panjatkan tiap berbuka nanti^^

        3. Qiyamul Lail

        Qiyamul Lail disini maksudnya adalah shalat tarawih dan tahajud. Shalat tarawin adalah ibadah shalat yang hanya bisa kita dapatkan di bulan ramadhan saja. Rasulullah melakukan shalat qiyamul lail berjamaah di masjid hanya 3 kali seumur hidupnya, karena beliau takut umatnya akan menyangka qiyamul lail adalah ibadah wajib jika beliau selalu mengerjakannya berjamaah di masjid. Selain itu rasulullah juga selalu mengerjakan qiamul lail dengan jumlah rakaat ganjil. Untuk jumlah rakaat, 11 atau 23, sebenernya tidak terlalu dipermasalahkan. Yang penting kekhusyukan kita dalam mengerjakannya. Percuma donk klo 23 rakaat tapi sholatnya ngebut :P

        4. Tilawah

        Imam Syafi’I bisa mengkhatamkan qur’an sebanyak 60 kali dalam 1 bulan ramadhan. Berarti beliau mengkhatamkan Al-qur’an 2 kali setiap harinya. Subhanallah sekali bukan.. malu donk kalo dalam satu ramadhan kita bisa mengkhatamkan alQur’an walau sekali.

        5. Dzikir dan Doa

        Dzikir dan doa ini sebaiknya di fokuskan sebelum kita berbuka puasa. Ada anjuran sebaiknya bagi orang2 yang berpuasa sudah siap acara masak2 sejak 30 menit sebelum waktu berbuka. Jadi merreka bisa mempersiapkan diri untuk membatalkan puasa. Sebenernya doa dan dzikir ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, selama bulan ramadhan jika kita sempat melakukan dzikir dan doa di sela2 kegiatan kita, pahala yang berlipat pun akan mengalir ke kantong tabungan amal kita.

        6. infaQ

        Kalau anjurannya murabbi saya sih, beliau lebih senang kalau mengumpulkan uang infaq sebelum memasuki bulan ramadhan dan mengeluarkan sebanyak2nya di bulan ramadhan, karena di bulan ramadhan pahala infaq sangat dilipatgandakan.

        7. Thalibul Ilmi

        Walaupun bulan bulan ramadhan, menuntut ilmu harus tetap jalan. Ternyata karya2 besar banyak dihasilkan di bulan Ramadhan. Seperti tulisan ini :P 8. Menjauhi hal yang makruh, mubah, dan haram Makruh, haram.. okelah..Mubah? maksudnya gimana? Daripada mengerjakan hal mubah, lebih baik mengerjakan hal sunnah toh.. contohnya adalah tidur. Bagi kita hamba Allah yang taat, tidur adalah hal mubah, terutama tidur di siang hari. Dari pada kita tidur, mendingan kita melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Beda kasusnya pada seseorang yang biasa berbuat kejahatan di siang hari. Nah, bagi orang seperti ini, tidur yang mubah bisa menjadi sunah

        9. Mengintai Lailatul Qadar

        Ketika menanti lailatul qadar, rasulullah tidak tidur sejak isya hingga subuh. Yang beliau lakukan adalah full beribadah kepada Allah sepanjang malam. Apa istimewanya lailatul qadar ini? Lalilatul qadar adalah malam seribu bulan dimana semua doa dikabulkan. Lailatul qadar jatuh pada malam2 ganjil antara tanggal 25, 27, dan 29. Untuk memperolehnya kita harus All Out niat dan melakukan ibadah sepanjang malam.

        10. I’tiqaf di masjid

        I’tiqaf ini biasanya dilakukan dalam 10 hari terakhir bulan ramadhan. Walaupun artinya berdiam di masjid, bukan berarti setelah sampai masjid kita hanya berdiam diri XD Namanya juga masjid, rumah Allah. Lah ngapain donk klo uda sampe rumah Allah ga ibadah? Makanya jangan sia2in kesempatan buat ibadah elagi bisa I’tiqaf di bulan ramadhan. Analoginya seperti ini, kita sudah berniat main futsal di lapangan futsal, tapi nyampe sana bukannya main futsal malah duduk2 doank.. ga banget kaaan? Well, Cuma segitu yang kika dapat dan kika sampaikan, jika ada kesalahan dalam penyampaian kika tolong dikoreksi yaaaah.. trimakasiiih

        Masih bersumber dari materi Liqo tentang ramadhan

        voucherLoh..loh..loh… ini maksudnya apa!

        Brarti kartu ATM saya dipake? Sumpah ya semena2 bgt. Tadi katanya Cuma mau di cek doank bisa ato ngga. Kampret gila bener2 siaul! Saya ga mau tanda tangan donk.. ya langsung saya marah2 ga terima. Kenapa ga bilang klo emang mau dipake duitnya. Saya harus telfon orang tua saya dulu. Kan saya udah bilang tadi sebelumnya. Langsung deh saya telfon papa saya. Lamaaaa ga di angkat, pas di angkat ”kenapa ka? Papa lagi rapat, ntar malem aja yah telfon lagi”. Doh papaaaa… ga bisa nanti malem, ini gawat darurat!!! “bentar doank kok pa.. bentaaaar aja, blablabla” saya jelasin deh secara singkat tentang hadiah dan bayar pajak itu. Ga saya bilang tentang uang di atmnya yang udah dipake.. bisa kena damprat. Saya bukan tipe orang yang tukang ngadu, saya lebih milih buat menyelesaikan masalah saya sendiri semampu saya. Tau gak papa bilang apa? “heh, itu kertasnya kamu ambil ya, trus kamu sobek2 buang di tong sampah. Ngerti?”

        Toh kaaaan, saya bilang juga apa, pasti kagak dikasih cuy!! Yes yes yes….

        Abis nutup telfon saya langsung melanjutkan marah2 dan menuntut uang saya di kembalikan.. soalnya tadi mbaknya jelas2 bilang Cuma ngecek doank.. saya bener2 ga bisa terima. Biar deh orang2 sampe ngeliat karena saya teriak2 marah2.. bagus malah, biar semua orang tau kalo mereka udah melakukan tindakan semena-mena. Euuuh.. Alhamdulillah untung saja kika sadar dan ga mau tanda tangan.. gilagilagilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… uda marah2 emosi ga ketulungan akhirnya mereka bialng klo transaksinya bisa di void. Saya bilang ga mau tau gimana caranya pokonya duit saya harus balik. Trus mbaknya pergi lagi dan balik2 bawa bukti klo transaksinya emang udah di void (cancel) katanya duitnya masuk paling lama 1minggu.. ebused dah…

        Uda gitu2 langsung langsung aja cabut trus ke atm ngecek saldo. Alhamdulillah uangnya udah balik..

        Huhuuu.. papa maaf kika ceroboh T.T

        Ga lama kemudian, sorenya papa nelfon kika, nanya tadi jadi diambil ato ngga. Kika bilang ngga, karena ga papa kasih. Trus kata papa, lain kali kalo ada begitu2 ga usah percaya… Barang2nya ga ada yang bermutu semua. Ga masuk akal barang2 harganya mahal begitu cepat rusak semua.

        Rebes papaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa^^

        Sebenernya saya udah tau penipuan dengan modus2 hadiah seperti ini, soalnya salah seorang teman saya, katakan saja bunga, pernah juga terjebak kaya gini, saat itu kebetulan sedang jalan sama saya di detos juga. Sebenernya yang dapet amplop undiannya kita berdua, tapi yang dapet jebakannya itu temen saya ini. Yang katanya dapet hadiah utama blablabla.. dan ujung2nya harus bayar pajak 2jutaan. Karena yang ini sistemnya ga pake atm2an, temen saya kan ga bawa duit, trus dia harus telfon papanya dulu. Tapi yang ngasih hadiahnya minta jaminan duit, nah temen saya ini dengan lugunya mau ngasih gocap. Dan setelah dia nelfon ke papanya emang ga diijinin… jadi raib deh tuh duit gocap. Duh saya nyesel bgt dulu ngga ngelarang T.T

        Sebenernya bukan murni tipuan sih, soalnya mereka emang ngasih barang dalam bentuk konkrit, tapi masalahnya terletak pada mutu barangnya yang abal2.

        Ya sudahlah.. let’s by gone be by gone… Yang lalu biarlah berlalu.. semoga bisa jadi pelajaran bagi kita semua.

        Kiamatkah?

        imagesSaat itu saya sedang bercanda2 bersama teman2 saya. Kita lagi ngumpul2, ada teman2 SMA, dan teman2 se-paguyuban. Cuaca memang sedang mendung, suara kilat menyambar terdengar ditelinga saling sahut menyahut. Waktu itu malam hari, tiba2 salah seorang teman saya berseru sambil menunjuk ke langit. Tampak seperti sebuah sumber cahaya dilangit, seperti warna matahari, besarnya tak lebih besar dari bulan purnama dilihat dari bumi. Jilatan sinar menyambar2 dari sisi2nya dengan suara menggelegar, persis kilat ketika sedang mendung.  Semua orang terpana menatap benda langit tersebut. Bertanya2 dalam hati, benda apakah gerangan? Apa yang sedang terjadi?

        Semua orang menengadah ke atas demi melihatnya, meninggalkan aktivitas mereka demi sebuah sebuah rasa penasaran. Apakah ini tanda2 akan datangnya musibah? Apakah akan ada meteor besar yang menabrak bumi? Tidak, meteor tak seperti itu. Benda ini apa? Tak pernah terlihat sebelumnya. Aneh luar biasa!

        Selang beberapa detik kemudian terdengar duara dentuman hebat menggelegar, seketika benda bercahaya tadi mengamuk. Sinarnya melebar, benda itu meledak. Dan instingku mengatakan nyalanya akan mencapai bumi. Secara spontan semua orang membalikkan badannya dan tiarap di permukaan tanah, tak terkecuali aku.

        Aku tak dapat merasakan apa-apa lagi. Tiba2 segalanya jadi putih di pandanganku. Aku lemas, Aku mencari kata2 dari otakku, kata2 yang harus di ucapkan seseorang ketika ajalmenjemputnya, Ku ucapkan syahadat berkali2, Istighfar, dan menyebut kebesaran Allah. Kupikir inilah kiamat. Ini pasti akhir dunia. Yang tadi itu pasti aktifitas matahari yang menyebabkan kiamat. Ya Allah ampunilah hambaMu ini. Aku berusaha mengingat2 wajah kedua orang tuaku.. tapi aku tak mampu, segalanya putih.. aku tak bisa melihat apa2.. putih menyilaukan.. hatiku panik luar biasa. Ini bukan putih yang menangkan. Ini putih kiamat. Aku pasti sudah mati, pikirku. Hidupku berakhir disini.

        Hup.. Aku terbangun. Sudah pukul enam pagi. Ya Allah ternyata yang tadi itu hanya mimpi.. Tapi sungguh mimpi yang terasa sangat nyata… Subhanallah.. Apakah Allah telah memperlihatkan kepadaku sedikit cuplikan hari kiamat? Wallahu’alam….

        **Based on True Story, mimpi kika tanggal 6 Agustus 2009

        Sebenernya mimpi tersebut ada endingnya, Cuma kika hilangkan karena hanya memperburuk cerita, endingnya konyol bgt XD

        Kalo emang ada yang penasaran ya silahkan pm aja.. ntar kika certain cerita selengkapnya.. hihih :P

        voucherModusnya seperti ini:

        1. Ketika Anda sedang lewat, dia menawarkan sebuah barang (biasanya cairan pembersih) yang gratis.

        2. Anda diminta datang ke standnya dan dijelaskan cara penggunaan barang tadi.

        3. Anda diminta mencoba beberapa produk mereka, dan mereka memperkenalkan beberapa produk lain mereka.

        4. Karena Anda bersedia mengunjungi stand mereka, mereka akan berterimakasih dan memberi hadiah berupa amplop undian yang Anda pilih sendiri.

        5. Amplop yang Anda buka berisi hadiah utama, voucher belanja produk mereka sebesar sekian2 plus hadiah2 lainnya.

        6. Untuk mengambil hadiah2 tersebut yang katanya harga seharusnya sekitar belasan juta, Anda bisa mendapatkannya gratis, hanya saja harus membayar pajaknya yang sebesar 25%. Lumayan besar juga lho!

        Yah.. lebih kurang seperti itulah yang saya tangkap dari hasil penelitian saya (setelah hampir menjadi korban T.T)

        Jadi waktu itu (4/8/09) saya lagi di detos mau ke margo, udah janjian ama temen. Trus tiba2 ada yang nawarin cairan pembersih kaya gitu. Trus saya diajak ke stand mereka, kebetulan temen saya masih rapat, jadi saya mau2 aja di ajak ke stand mereka, walau saya udah tau ujung2nya bakal gimana.

        Blablablablaaaaaaa… saya iya2 aja dah.. soalnya udah pernah ngeliat temen saya hamper ketepu begini juga.  trus seperti yang saya bilang di atas tadi, pura2nya mereka memberi hadiah spesial karena saya udah mau ke stand mereka, berupa amplop undian, ya saya milih ngasal aja. Pas di buka, saya berharap “anda kurang beruntung” supaya bisa lebih cepat selesai. Tapi malah dapet voucher belanja 1,5 juta di produk mereka. Katanya ga ada syarat. Bisa dipake kapan aja. Saya nanggepinnya biasa aja. Toh saya ga akan beli produk mereka, sampe lebaran monyet juga ga akaaaaaaaaan. Ga penting dan no money :P

        Trus dibawahnya masih ada undian yang digosok pake uang logam lagi. Mereka ngejelasin klo ntar pas digosok ternyata bintangnya1, maka blablabla, bintangnya 2, blablabla, bintangnya 3 blablabla. Katanya yang paling banyak bintangnya cuma ada 3, itu udah hadiah utama. Mereka suruh saya nggosok, ya,, saya gosok aja.. biasa.. sret..sret..sret.. saya yakin mereka ngeliat pas saya nggosok, baru kegosok dikit juga uda keliatan tuh bintangnya ada empat. Kecuali emang dia katarak tingkat tinggi. Heu.. dia pura2 ga liat gitu sampe saya uda bosan nggosoknya.. trus saya bilang “udah mbak”. Baru dia nanggepin saya lagi.

        Trus dia yang pura2 syok gitu, dia nanya2, tadi masih disegel ya kan mbak? Mbak yakin? Dan dengan segala kelebaiannya yang saya tau itu semua dibuat2 bgt. Karena 4 bintang kaya begitu ga ada di kertas yang dia jelasin, dia telfon pak Anton blabla.. saya ngga inget persis nama panjangnya apa. Yang saya curiga, dia ngomong di telfon seperti monolog. Tidak ada jeda antara dia mendengarkan penjelasan pak anton dan dia menjelaskan sendiri lagi dengan mulutnya. Seolah2 semua itu sudah di hapalkan. Lalu supaya meyakinkan saya dia suru saya ngomong sapa pak antonnya. Pak antonnya Cuma nanya nomor seri yang tertera di kertas itu. Lalu si mbaknya nyerocos lagi di telfon seolah2 menjelaskan apa dijelaskan pak anton. Padahal saya yakin dia tidak mendengarkan sama sekali.

        Well, endingnya dia bilang kalo saya dapet hadiah blender, wataer filter, dan alat massage. Trus dia tanya lg, mbak klo belanja biasanya pake kartu apa, ada ga yang logonya cocok kaya gini? (sambil nunjukin kertas tadi) saya waktu itu ga mikir negative, curiga atau gimana, soalnya mau sebesar apa pun hadiahnya ga bakal saya ambil kecuali emang bener2 gratis. Saya yang jujur2 aja klo saya pake mandiri yang berlogo VISA. Dan karena saya pake visa jadinya saya dapet hadiah utama lagi: AC. Jadi klo di total2 katanya harga hadiahnya sekitar 11jutaan, klo saya emnag mau, saya Cuma perlu bayar pajaknya aja 25 persen sekitar 3 juta.

        Trus dia minta pinjem kartu ATM saya, dan dia bilang coba kita cek ya kartunya bisa dipake ato ngga. Mbak yang satu maen bawa pergi kartu atm saya, dan saya nanya ke mbak yang satu lagi, “Itu ngga langsung di pake kan kan kartunya Cuma buat ngecek doank? Soalnya klo emang mau dipake saya harus telfon orang tua saya dulu.” (saya bilang kaya gitu karena saya yakin orang tua saya juga ga bakal ngijinin) mbaknya bilang,”nggak kok, Cuma ngecek doank bisa dipake ato ngga.” Aduh sumpah disitu tuh saya bener2 dodol bgt. Kenapa saya ijinin kartu ATM saya dibawa2 orang kaya begitu.. dodoldodoldodoooooooooooooooooooooooooooooooool T.T

        Dan saya juga mikirnya klo emang mau diambil duitnya pasti perlu nomer PIN, makanya saya masih tenang2 aja. Eh pas balik2 si embaknya langsung nyalamin saya ngasih selamat trus suruh tanda tangan kertas dengan tulisan Rp 2989000,00

        Loh..loh..loh… ini maksudnya apa!

        To be continue…

        rokok?Tadi abis ngeributin masalah rokok sama temen, gara2nya dia bilang anak fasilkom kerjanya main computer mulu, global warming. Trus kika bales, daripada anak FIB, kerjaannya merokok mulu, kan lebih global warming.. haha… terlalu pukul rata emang XD

        Nah, gara2 itu kika jadi kepikiran buat bikin penelitian tentang Aktivitas Merokok mahasiswa FIB. Cieeee…  mentang2 baru blajar statistikaaa XD

        Tapi serius deh, klo emang penelitian kika itu dilakukan, kika akan mengestimasi rata jumlah rokok yang dihabiskan mahasiswa FIB (terutama yang cowo) dalam sehari. Mencari Confidence Interval Rata2 jumlah rokok yang dihabiskan mahasiswa FIB (terutama yang cowo) dalam sehari. Trus membuat hipotesis bahwa lebih dari 80% mahasiswa pria di Fib adalah perokok aktif

        Bruahahaaa.. gila gila gilaaaaaaa… jorok banget XD

        Older Posts »